Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Ir. Victoria Br Simanungkalit M.M menyambangi kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Victoria yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel Malik Faisal, Sekretaris Deputi dan Tiga Asdep dalam bidang kewirausahaan Kementrian Koperasi dan UKM RI ini disambut oleh jajaran pimpinan Kampus UMI di Ruang Rapat Senat Lantai 9, Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Sabtu (27/2/2021).

Deretan pimpinan UMI saat itu terpantau hadir diantaranya Wakil Rektor II UMI Prof. Dr. Salim Basalamah, S.E, M.Si, WR III Dr. Nasrullah, M.H, WR IV Dr. KH. Zain Irwanto, M.A, dan WR V Prof. Dr. Ir. Hattah Fattah, M.S.

Kunjungan Victoria ini dalam rangka melihat langsung karya yang dihasilkan binaan inkubasi bisnis UMI, baik oleh mahasiswa dan dosen UMI yang telah dipajang di UPT Manajemen Inovasi & Inkubasi Bisnis UMI.

Acara ini dimulai dengan persentasi karya mahasiswa dan dosen seperti Produk Maceh dan Carryfy, karya mahasiswa dan dosen UMI yang telah diaulat menjadi salah satu yang terbaik dalam kompetisi Startup 2020.

Dalam sambutannya, Victoria menyebutkan, start up yang dihadirkan oleh para generasi muda harus dikuatkan dengan kolaborasi sesama pelaku usaha. Konsolidasi untuk membesarkan brand perlu dilakukan secara massif.

“Anak anak muda ini sebaiknya masuk dulu ke rantai pasok, setelah industrinya kuat baru kita masuk ke pasar. kalau kita langsung masuk ke pasar, kita dihajar, kita harus menyusun strategi kerjasama yang baik dan perguruan tingi adalah centre of excelent.

Victoria juga sangat mengapresiasi tenant binaan UMI saat melakukan kunjungan langsung Kantor UPT Manajemen Inovasi & Inkubasi Bisnis UMI di Lantai 4 Menara UMI dan Galeri Assalam UPT UPT Manajemen Inovasi & Inkubasi Bisnis UMI.

“Ini adalah kreativitas yang patut disupport oleh semua pihak, khususnya pemerintah dalam menyiapkan ruang lebih banyak untuk mendorong manajemen yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Promosi dan Kerjasama UMI, Prof DR. Ir. H.M Hattah Fattah menjelaskan, kunjungan ini ditargetkan akan terbangun kerjasama yang kuat berupa supporting dari Kemenkop dan UKM RI terhadap semangat bisnis di UMI dan ini merupakan langkah yang baik.

“Ini adalah hal yang bagus khususnya untuk mendukung kebangkitan ekonomi. Ini akan menguatkan berbagai sector, khususnya bagi perguruan tinggi sebagai pusat leading kajian pengembangan operasi misalnya,” ungkap Prof Hattah Fattah.

Prof Hattah menjelaskan, semangat UMI untuk meghadirkan luaran yang berjiwa enterprneur adalah dengan berupaya menghasilkan sarjana yang telah memiliki usaha meskipun dalam skala yang kecil dulu.

“Dalam rangka realisasi Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, kita dorong sebelum mereka sarjana mereka sudah harus memiliki usaha. Salah satunya adalah mereka tertarik untuk membuka usaha di bidang koperasi,” papar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

(HUMAS)

Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi inovatif dan terkemuka khususnya dalam jajaran perguruan tinggi swasta papan atas di Indonesia.

Ini terlihat dalam rilis terbaru 10 besar penerimaan proposal perguruan tinggi berdasarkan jumlah pendanaan yang terbit pada Selasa (23/2/2021).

Perguruan tinggi swasta pertama terakreditasi ‘A’ di luar Pulau Jawa ini masuk dalam 10 besar untuk kategori perguruan tinggi swasta.

Dalam laman resmi Kemendikbud UMI berhasil meraih total pendanaan sebesar Rp. 527.3 juta pada program yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (c.q Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat -DRPM) ini.

Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI Prof. Dr. Ahmad Ghani, M.Si mengungkapkan, ini adalah bukti bahwa UMI adalah perguruan tinggi swasta yang terkemuka di Indonesia.

Sebab, kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI ini, proposal pendanaan perguruan tinggi ini disiapkan secara matang dan lengkap agar bisa diloloskan dalam seleksi.

“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Pastinya ini berkat keseriusan dan motivasi mulai Ketua Pembina, Ketua Pengurus, Ketua Pengawas, Rektor dan semua pihak yang terkait untuk mengikuti ajang tahunan tersebut,” ungkap Prof Ahmad Ghani di Lantai 3 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (23/2/2020).

(HUMAS)

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Indonesia menggelar pertemuan dengan University College of Yayasan Pahang (UCYP), Malaysia melalui video conference zoom, Selasa, 23 Februari 2021.

Dalam pertemuan ini didiskusikan perihals Implementasi Kerjasama antara UMI dan UCYP, Malaysia.

Dalam sambutannya Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si.,mengucapkan sangat berbahagia dan bergembira untuk dapat bersilaturahmi dengan Pimpinan UCYP Pahang, Malaysia.

Kami sangat berharap dapat bekerjasama dengan baik dengan UCYP Pahang, Malaysia yang dapat memberikan nilai positif dalam pengembangan UMI.

UMI selalu ingin melakukan Inovasi dan alhamdulillah hari ini dapat berkomunikasi dengan Pimpinan UCYP Pahang, Malaysia yang tentunya akan dapat melahirkan inovasi baru dalam meningkatkan kualitas baik Sumberdaya Manusia maupun pengakuan dari masyarakat untuk kedua belah pihak, harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Vice Chancellor UCYP Pahang, Prof. Emeritus Dato Dr. Ahmad Bin Haji Zainuddin mengungkapkan bahwa dalam pertemuan ini akan didiskusikan perihal mekanisme pertukaran mahasiswa antara UMI dan UCYP serta menawarkan beasiswa full buat dosen UMI untuk melanjutkan studi Ph.D di University College of Yayasan Pahang, Malaysia.

Kami juga tertarik untuk mengadakan kerjasama terkait bidang Ilmu Perikanan dan Pertanian, dengan membentuk Internasional Food Center sehingga UMI dan UCYP dapat berkolaborasi sehingga menemukan solusi dan ide baru dalam memenuhi pangan Indonesia dan Malaysia.

Kami sangat berharap MoU yang telah disepakati bersama dapat terealisasi dengan baik dan memungkinkan dapat memunculkan ide-ide baru yang dapat lebih memperkuat kedua institusi kita, harapnya.

Deputy Vice Chancellor Academic Advancement & Quality Assist. Prof. Ts. Dr. Hafizan Binti Mat Som melanjutkan dengan memperkenalkan program studi di UCYP Pahang, Malaysia untuk ditawarkan kepada UMI dalam melakukan pertukaran mahasiswa.

Diakhir paparannya Dr. Hafizan juga menawarkan 7 point kolaborasi tambahan dalam meningkatkan kualitas Sumberdaya Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan.

Wakil Rektor 1 UMI Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT.,IPM. menanggapi bahwa dalam segi dosen di UMI memiliki kualifikasi pendidikan minimal bergelar Magister, maka yang berpotensi untuk melanjutkan atau mendapatkan beasiswa di UCYP Pahang yang akan melanjutkan di program doktor atau Ph.D.

Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir UMI tidak lagi menerima calon dosen dengan kualifikasi Magister melainkan diharuskan berkualifikasi Doktor atau S3, kata Hanafi Ashad.

Wakil Rektor V UMI Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, MS., menambahkan bahwa mahasiswa kami di semester IV atau V untuk selanjutnya diwajibkan untuk mengambil kuliah di prodi lain berdasarkan peraturan menteri pendidikan perihal “Kampus Merdeka, Merdeka Belajar” sehingga diharapkan melalui kerjasama ini mahasiswa tersebut dapat mengikuti Program Kredit Transfer di UCYP Pahang Malaysia.

Selain itu UMI pada Tahun Ajaran 2021/2022 akan menyelenggarakan kelas internasional untuk Prodi Manajemen, Akuntansi, Hukum, Farmasi, dan Profesi Kedokteran. UCYP Pahang akan menjadi salah satu perguruan tinggi mitra. Dalam menyambut Program Double Degree akan diawali penyetaraan kurikulum. Dengan demikian, mahasiswa UMI berpeluang mendapatkan gelar ganda dari UMI dan UCYP. Penyetaraan kurikulum menjadi penting dalam pelaksanaan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.

Guru Besar Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan UMI tersebut juga menambahkan bahwa kolaborasi dosen juga dapat di tingkatkan dengan melakukan penelitian bersama serta Dosen dari kedua belah pihak dapat menjadi pembimbing atau promotor bagi mahasiswa Doktor di kedua institusi.

Kami harapkan dengan implementasi MoU tersebut dapat lebih meningkatkan kualitas kedua institusi dan dalam waktu dekat kerjasama ini dapat terealisasi segera, harapnya.

(HUMAS)